Sabtu, 01 Desember 2012




                                                          BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Permasalahan.

Masa remaja sering dikenal dengan istilah masa pemberontakan. Pada masa-masa ini, seorang anak yang baru mengalami pubertas seringkali menampilkan beragam gejolak emosi, menarik diri dari keluarga, serta mengalami banyak masalah, baik di rumah, sekolah, atau di lingkungan.Perilaku kenakalan remaja saat ini sulit diatasi. Baru-baru ini sering kita dengar berita di televisi maupun di radio yang disebabkan oleh kenakalan remaja diantaranya tawuran , pencurian yang dilakukan oleh pelajar SMA , pemakain narkoba dan lain-lain.Kehidupan remaja pada masa kini mulai memprihatinkan. Remaja yang seharusnyamenjadi kader-kader penerus bangsa kini tidak bisa lagi menjadi jaminan untuk kemajuan Bangsa dan Negara. Bahkan perilaku mereka cenderung merosot. Oleh karena itu , kita sebagai  orang yang berpendidikan harus sadar bahwa kenakan remaja harus segera dihilangkan, sehingga kita mengangkat permasalahan ini sebagai bahan diskusi maupun mencari pemecahan masalah.


1.2 Tujuan Penulisan

a. Mengetahui kenakalan remaja dan ciri cirinya
b. Mengetahui perkembangan psikologi remaja pada saat ini
c. Mengetahui macam-macam kenakalan remaja
d. Mengetahui penyebab kenakalan remaja
e. Mengetahui solusi untuk mengatasi kenakalan remaja.


1.3 ruang lingkup.

Dari hasil pengamatan terhadap lingkungan sekitar kota malang kususnya di tempat tempat keramaian.,dan remaja yang tinggal di sekitar lingkungan rumah serta Pengamatan langsung terhadap perilaku kenakalan remaja.


BAB II
PEMBAHASAN DAN ISI

Ada beberapa masalah yang dialami remaja  antara lain :
  1. Masalah pribadi, yaitu masalah-masalah yang berhubungan dengan situasi dan kondisi di rumah, sekolah, kondisi fisik, penampilan, emosi, penyesuaian sosial, tugas dan nilai-nilai.

  1. Masalah khas remaja, yaitu masalah yang timbul akibat status yang tidak jelas pada remaja, seperti masalah pencapaian kemandirian, kesalahpahaman atau penilaian berdasarkan stereotip yang keliru, adanya hak-hak yang lebih besar dan lebih sedikit kewajiban dibebankan oleh orangtua.

3.    Remaja masa kini banyak sekali tekanan-tekanan yang mereka dapatkan, mulai dari perkembangan fisiologi, ditambah dengan kondisi lingkungan dan sosial budaya serta perkembangan teknologi yang semakin pesat. Hal ini dapat mengakibatkan munculnya masalah-masalah psikologis berupa gangguan penyesuaian diri atau perilaku yang mengakibatkan bentuk penyimpangan perilaku yang disebut kenakalan remaja.

4.     Menurut hemat kami, tekanan-tekanan yang timbul dari lingkungan dan orang tua yang menginginkan anak melakukan peran dewasa, padahal mereka masih tergolong dalam masa remaja, secara psikologis anak belum mampu menghadapinya. Stres, kesedihan, kecemasan, kesepian, keraguan pada diri remaja membuat mereka mengambil resiko dengan melakukan kenakalan.

Faktor-faktor yang menyebabkan kenakalan remaja (dari segi lingkungan) antara lain

1.     Keluarga (rumah tangga).

Hasil dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak/remaja yang dibesarkan dalam lingkungan sosial keluarga yang tidak baik atau disharmoni keluarga, maka resiko anak untuk mengalami gangguan kepribadian menjadi berkepribadian anti sosial dan berperilaku menyimpang lebih besar dibandingkan dengan anak yang dibesarkan dalam keluarga sehat atau harmonis (sakinah).misalnya saat mencari sampling kami menemukan Percerain orang tua , tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga ,atau perselisian antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif padaremaja.pendidikan yang salah di keluarga juga bisa mempengaruhi sepertiterlalu memanjakan anak , tidak memberikan pendidikan agama , atua penolakan terhadap eksistensi anak , bisa menjadi penyebab terjadinyakenakalan remaja.

2.     Sekolah.

Kondisi sekolah yang tidak baik dapat menganggu proses belajar mengajar anak didik, yang pada gilirannya dapat memberikan “peluang” pada anak didik untuk berperilaku menyimpang. Misalnya, kurikulum sekolah yang sering berganti-ganti, muatan agama/budi pekerti yang kurang. Dalam hal ini yang paling berperan adalah guru Agama, guru PKN dan Bimbingan Konseling, meskipun semua elemen sekolah bertanggung jawab atas perilaku anak di sekolah. Teman sebaya yang kurang baik sangat berpengaruh terhadap kenakalan remaja.
.
3.     Kondisi Masyarakat (Lingkungan Sosial)

Faktor kondisi lingkungan sosial yang tidak sehat atau “rawan”, merupakan faktor yang kondusif bagi anak/remaja untuk berperilaku menyimpang. Faktor lingkungan yang sehat  ini dapat dibagi dalam 2 bagian, yaitu :



v  Faktor Kerawanan Masyarakat (Lingkungan) antara lain :

1.    Tempat-tempat hiburan yang buka hingga larut malam bahkan sampai dini hari
2.    Peredaran alkohol, narkotika, obat-obatan terlarang lainnya
3.    Pengangguran
4.    Anak-anak putus sekolah/anak jalanan
5.    Wanita tuna susila (wts)
6.    Beredarnya bacaan, tontonan, TV, Majalah, dan lain-lain yang sifatnya pornografis dan kekerasan
7.    Perumahan kumuh dan padat
8.    Pencemaran lingkungan
9.    Tindak kekerasan dan kriminalitas
10. Kesenjangan social

v  Daerah Rawan (Gangguan Kantibmas ) :

  1. Penyalahgunaan alkohol, narkotika dan zat aditif lainnya
  2. Perkelahian perorangan atau berkelompok/massal
  3. Kebut-kebutan
  4. Pencurian, perampasan, penodongan, pengompasan, perampokan
  5. Pembunuhan
  6.  Tindak kekerasan lainnya
  7. Pengrusakan
  8. Coret-coret dan lain sebagainya
9.    Kondisi psikososial yang seperti ini, merupakan faktor yang kondusif (rawan) bagi terjadinya kenakalan remaja.




Cara Mengatasi Kenakalan Remaja

Masa remaja sebagai periode merupakan suatu periode yang sarat dengan perubahan dan rentan munculnya masalah (kenakalan remaja). Untuk itu perlu adanya perhatian khusus serta pemahaman yang baik serta penanganan yang tepat terhadap remaja merupakan faktor penting bagi keberhasilan remaja di kehidupan selanjutnya, mengingat masa ini merupakan masa yang paling menentukan.
Selain itu perlu adanya kerjasama dari remaja itu sendiri, orang tua, guru dan pihak-pihak lain yang terkait agar perkembangan remaja di bidang pendidikan dan bidang-bidang lainnya dapat dilalui secara terarah, sehat dan bahagia.  Dari sini kita akan memberikan cara untuk mengurangi kenakalan remaja antara lain :



1.    membentuk identitas diri dengan menjadi teladan yang baik bagi orang lain.
2.    .Adanya motifasi dari keluarga , guru , teman sebaya untuk melakukan berprestasi.
3.    Kemauan orang tua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga     terciptakeluarga yang harmonis , komunikatif , dan nyaman bagi remaja.
4.    Remaja harus pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orang tuamemberi arahan dengan siapa dan dikomunitas mana remaja harus bergaul.
5.    Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak terpengaruh jika ternyatateman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.
6.       keaktipan pemerintah dengan menyelenggarakan kegiatan yang positip untuk remaja kususnya untuk remaja yang putus sekolah.





BAB III
KESIMPULAN dan SARAN


KESIMPULAN :
1.    Peran serta pemerintah sangat di butuhkan untuk menanggulangi kenakalan remaja.
2.    Pada dasarnya kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma yang dilakukan oleh remaja. Perilakutersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang disekitarnya.
3.    Kenakalan remaja pada zaman sekarang ini disebabkan oleh beberapa factor.Perilaku nakal remaja disebabkan oleh factor remaja itu sendiri (internal)maupun factor dari luar (eksternal).
4.    Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasayang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal .
5.    Adanya motivasi dari keluarga , guru , teman sebaya merupakan hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja.
6.   Anak-anak yang tidak disukai oleh teman-temannya anak tersebut menyendiri.Anak yang demikian akan dapat menyebabkan kegoncangan emosi.
SARAN :

1.    Perlu adanya tindakan dari pemerintah untuk mengawasi tindakan remaja di Indonesia agar tidak terjerumus pada kenakalan remaja.

2.    Perlunya penanaman nilai moral , pendidikan dan nilai religious pada diri seorang remaja.


Read more »